Pages

Sabtu, 12 Juli 2014

Rindu akan cahaya,
mengharapkan bisikan lembut menyelinap dalam dada

Sejenak ku berhenti bernafas,
melihat bagaimana dia datang
Mempesona desiran angin,
dan melumpuhkanku dengan angkuh

Sejenak ku berhenti bernafas,
melihat punggungnya menjauh pergi
Mungkin inilah saatnya,
perpisahan setelah pertemuan

Kenangan indah itu ku tutup,
bagai lembaran kisah lama yang telah usang

Kembali, ku buka lembaranku untukmu
Kisah lama telah sirna,
dan aku hidup untuk bahagia bersamamu ^_^


Berdasarkan kisah nyata

Looking forward to the glow,
counting on soft whisper slip into the chest

I stop breathing for a moment,
looking her coming to me
The hiss of wind was breathtaking,
and paralyzed me arrogantly

I stop breathing for a moment,
looking her back gone away
Maybe it was the time,
separated after met

I closed that precious memories,
like the withered of old pages story

And now, i open my pages for you
Old story was disappeared
and i live for being happy with you ^_^

Based on true story

Tuhan..

Ajarilah aku untuk menyampaikan kemarahanku dengan anggun..,

Senin, 07 Juli 2014

Menangis di Telaga Air Mata

Diam ketika marah?
sungguh sulit menerapkannya
ingin rasanya ku luapkan semua kemarahaanku,
tentang kekecewanku
namun, hal itu urung ku lakukan
aku tak ingin merusak hari istimewanya..,
keinginanku tuk melihat dia bahagia lebih besar dari pada kemarahanku

Tuhan, aku masih tak bisa menyampaikan amarahku dengan anggun
aku tak ingin memancing adanya pertengkaran
namun aku ingin dia tahu tanpa harus ku ungkapkan
aku ingin dia mengerti  bahwa aku terluka,
kuatkan aku untuk memendamnya.. :'(

Ajarilah aku untuk menyampaikan kemarahanku dengan anggun..,

Happy Birthday Dear



Good morning my dear..
Do yo know what day is today?
I’m so glad to know your special day
The day that i’m waiting for

Sweetheart, because you’re the gift in my life,
I give you my gift of love..
And on this day, i send you an ocean of good wishes
And a world of love to share together

I don’t find the word to express my best wishes for you,
So i leave to you this love
No matter i don’t know how to express it

May the cup of your life overflow with sweet success,
Unconditional love, irreplaceable experiences,
Supreme happiness, extraordinary health,
And unmatched wealth,

May God bless your age dear..
And i truly wish you a great birthday..
Happy birthday sweetheart.. :-*

Let The Time Has The Answer


     Saat hujan kala itu, ku lihat sekelebat bayangan melintas di hadapanku. Entah itu siapa atau apa. Tak jelas ku lihat bentuknya. Hujan begitu deras. Mungkin hanya ilusiku saja. Yang aku tahu, entah dari mana asalnya, payung itu telah tergeletak dengan manisnya di sisiku. Mungkinkah payung ini untukku? Tak ada lagi selain aku di halte ini. Mungkinkah bayangan tadi yang telah meletakkannya untuk menolongku? Siapa pun engkau, terima kasih untuk hari ini, untuk payung yang telah kau berikan padaku. Akhirnya, aku tak harus menunggu rintik hujan ini berhenti, saatnya untuk pulang, rumah sedang menungguku, pikirku.
***
    “Dea...” aku menoleh. Seseorang memanggilku. Shinta, sahabat dekatku. Aku tersenyum menyambutnya. “Kenapa Shin?” tanyaku. “Kamu kemarin kehujanan di sekolah? Syauqi nyusul kamu gak?” ujarnya. Aku memasang wajah tak mengerti, apa maksud ucapannya tentang Syauqi? “Kemarin dia nanyain kamu lagi dimana, ya udah aku jawab kamu masih di sekolah, ada jam tambahan, dia bilang dia mau nyusul, ada sesuatu yang mau dia bicarain, bicarain apa De?” aku semakin tak mengerti. Mungkinkah Syauqi... Mungkinkah payung tak bertuan itu miliknya? Jika memang iya, kenapa dia tak memberikannya langsung padaku? Lalu, apa yang ingin dia bicarakan denganku? Semakin banyak pertanyaan dalam benakku, yang tak bisa ku jawab.
    “Hei!! Kenapa? Kok ngelamun?” Dea menyadarkanku kembali. “Nothing, udah yuk, masuk kelas” jawabku. Dia masih tak puas dengan jawabanku, namun aku tak ingin mengungkitnya lebih lama lagi. Mungkin Syauqi memiliki alasan untuk tidak memberikan payung itu langsung padaku. Mungkin dia tak ingin aku mengetahuinya. Sudahlah, aku juga tak ingin melanjutkan pertanyaan-pertanyaan di benakku lagi, biarkan waktu menjawabnya....

To be continued..,

Don't You Remember?

Semburat jingga menuai senja
Olehnya pun aku terjatuh
Fahami rasa yang melanda
Yang ku tak ingin berakhir sia-sia
Alangkah indah pribadimu
Namun membunuhku di pembaringan terakhir

Don't you remember?


 

Blogger news

Blogroll

About